oleh

Diduga Akibat Kelalaian Kasek SMK Cahaya Lahewa. Seorang Siswa Tidak Bisa Ujian UNBK 2019

SUARAGARUDANEWS.COM | Nias Utara – Memang sedih mendengar akan salah seorang Siswa SMK Swasta Cahaya komplek taman pelajar cahaya Lahewa kecamatan Lahewa kabupaten  Nias Utara yang pupus sudah perjuangannya untuk melanjutkan  cita-citanya ketingkat teratas.

Saat awak media ini menyambangi siswa kelas XII yang jurusan TKJ a.n Ardhi Mendrofa  dan di dampingi oleh orang tuanya a. n  Amirudin Mendrofa dirumahnya menyayangkan sekali dan kecewa terhadap sekolah tersebut.

Sebagai orang tua tidak pernah ada panggilan atau kami dengar ada masalah surat panggilan tentang keburukan anak kami dana PIP sudah kami urus dan datanya sudah kami serahkan namun anak kami tidak mendapatkannya dari Kelas 1 s/d Kelas 3 SMK Swasta Cahaya Kecamatan Lahewa.

Anak kami Ardhi Mendrofa  menempati kls XII  jurusan TKJ menyampaikan kepada kami  bahwa dari tanggal 11 Maret 2019 telah mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN) 2019  namun ujian UNBK 2019 tanggal 25 Maret 2019  belum mengikuti  dikarenakan nama Ardhi Mendrofa belum terdaftar di dapodik ucap.

Lebih lanjut orang tua Ardhi menuturkan keawak media ini,  sudah berapakali kepala sekolah menjajikan  kepada anak kami bahwa tanggal 15 s/d 16 April 2019 ujian susulan bisa diikuti,  namun setelah Ardhi Mendrofa datang pada jadwal yang ditentukan, Ardhi tidak bisa mengikuti, selanjutnya   kasek  menjajikan bahwa nanti ada ujian susulan  tapi tidak bisa  ditentukan  jadwalnya,  akhirnya sampai awal bulan Mei 2019 ini belum  ada panggilan,  hingga kami sebagai orang tua dari Ardhi Mendrofa mendatangi dan dijanjikan oleh Kasek solusinya anak Kami Ardhi Mendrofa harus Ngangur setahun dan tidak dibebankan biaya sekolah.

Sebagai orang tua kami meminta keadilan, pada hal anak kami Ardhi akan mendaftar dan bercita-cita dikepolisian  namun sayang akibat kelalaian sekolah anak kami harus Ngangur satu tahun, sambil mengusap air matanya menandakan sedih.

Saat awak media dan LSM mendatangi Sekolah SMK Cahaya dikecamatan Lahewa kabupaten Nias Utara. Senin  13 Mei 2019, melewati pintu masuk  pertama sekali melihat gedung sekolah tersebut  tidak ada papan informasi sekolah untuk keduanya selain papan gudep pramuka yang tampak.

Salah seorang masyarakat sekitarnya  yang  tidak mau disebut namanya disini menyampaikan bahwa Kepala sekolah  merangkap dua jabatan dan tahun 2019 masih 2 periode siswa yang menamatkan, Kedisplinannya kurang dan  sekolah tersebut memiliki dua tempat yang sama yakni SMA dan SMK ucapnya berlalu.

Salah seorang bagian  yayasan sekolah Swasta mempersilahkan menunggu diruang tunggu karena Kasek lagi rapat dengan guru-guru  dan sebentar lagi akan kesini, mau tidak mau awak mediapun dan LSM bersabar menunggu  kedatangan  dari kasek, benar juga Kepala sekolah tersebut bernama Oberlin Laoli,S.Pd yang  merangkap dua jabatan  sebagai kepala sekolah di SMK Cahaya dan di sekolah  SMA tersebut.

Awak mediapun mempertanyakan ke kasek bahwa salah seorang siswa SMK  Swasta Cahaya yang bernama Ardhi Mendrofa belum mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) 2019, namun siswa tersebut telah mengikuti dan melaksanakan  Ujian sekolah berstandar Nasional (USBN) 2019 kok bisa ya pak Kasek.?

Kepala sekolah SMK Swasta Cahaya komplek taman pelajar cahaya Lahewa kecamatan Lahewa Oberlin Laoli menyampaikan bahwa kami sudah berusaha  dan  datanya telah kami kirimkan ke Kacabdis  pendidikan kota Gunungsitoli  namun sampai sekarang tidak bisa.

Ia sampaikan bahwa siswa yang bernama Ardhi  Mendrofa  kelas XII dan jurusan TKJ,  anaknya baik dan rajin kesekolah namun sebelum ujian  USBN  kami telah umumkan saat apel di sekolah  bagi siswa-siswi yang belum terdaftar namanya di dapodik agar segera mendaftarkan datanya, saat itu ada (2) dua orang siswa yang satunya sudah mendaftar ulang namanya sedangkan yang bernama Ardhi Mendrofa belum mendaftar ulang  akibatnya siswa tersebut tidak dapat mengikuti ujian UNBK 2019 sampai sekarang ini.

Salah seorang awak media menanyakan kepada  kasek bahwa ini persoalan nasional, bahwa siswa yang bernama Ardhi Mendrofa  masuk kesekolah ini dari kls (1) satu s/d kls (3) tiga dan semestinya pihak  sekolah yang nama-nama siswa-siswinya telah didaftarkan di dapodik, apakah Operator ada sentiment kepada siswa ini dan dana PIP dari kls 1  tidak pernah  didapatnya, kok bisa sekolah lalai mendaftarkan nama siswa tersebut di dapodik.

Menanggapi hal tersebut kasek SMK Swasta yang merangkap (2) dua jabatan  hanya mengatakan solusinya yah siswa tersebut harus ngangur (1) satu tahun sedangkan biaya tidak dibebankan kepada siswa tersebut.

Namun siswa tersebut sangat  rugi dan orang tua siswa  sangat keberatan meminta keadilan dan  ganti rugi selama tiga tahun anaknya  bersekolah di SMK Swasta gara-gara  anaknya harus  menjadi pengganguran, ini kelalaian dan kesalahan kepala sekolah ucap Sekretaris LSM Forom RI Satu Kepulauan Nias Aswardin Tanjung.

Lebih lanjut ia sampaikan bahwa yang disalahkan disini adalah kepala sekolah yang Administrasi sekolah tersebut tidak becus kita harapkan agar keadilan berpihak kepada keluarga siswa kls  tiga tersebut semoga kadis pendidikan  Provisnsi Sumatera Utara Cq Kepala cabang  Dinas pendidikan  kota Gunungsitoli mengewaluasi sekolah tersebut bila perlu pihak kasek tersebut dengan sangsi dipidanakan, merugikan hak dan masa depan si Anak. Pungkasnya.

Saat awak media ini menghubungi Kacabdis pendidikan  kota Gunungsitoli dalam hal ini Kepala seksi ketenagaan SMK Amran Zendrato, S. AP. MM  melalui via seluler menyampaikan  bahwa persoalan itu memang sudah kita terima dan sudah kita Laksanakan  berita acara pemeriksaan  (BAP).

Lebih lanjut ia sampaikan bahwa dalam hal ini 90 persen kesalahan sekolah dan tentang sangsi biarlah pimpinan saya yang memutuskan ucapnya. (Kristian Zebua/Alam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed