oleh

EPIC! BEGINI SKEMA PENYALURAN BST KEMENSOS R. I OLEH PT. POS CAB. SIANTAR DAN SIMALUNGUN

SUARAGARUDANEWS.COM, P. SIANTAR – Kepala PT. Pos Cab. Siantar dan Simalungun Sukianto  melakukan distribusi Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementrian Sosial R.I sudah berjalan baik, dan tetap memenuhi protokol kesehatan.

BST sudah tersalur terakhir yakni tahap tujuh pada tanggal 25 Oktober 2020 di Siantar dan Simalungun.

Di Siantar BST tersalur dengan baik karena tidak ada desa terpencil, begitu juga dengan Simalungun tersalurkan melalui komunitas.

Penyaluran BST dilakukan terpisah dan dipecah kata Sukianto kepada awak wartawan, Kamis, (12/11).

“Kalau per Kecamatan penerima manfaat sampai dua ribu orang kita pecah alokasinya, seribu orang di Lapangan Adam Malik, dua ratus orang di Kantor Pos, dan sisanya di komunitas-komunitas. Jadi, kita hindari masyarakat berkerumun,” papar Sukianto.

Kendala penyaluran BST hanya terjadi diawal penyaluran dan seterusnya Sukianto mengaku pihaknya melakukan evaluasi hingga tahap berikutnya berjalan tanpa kendala.

“Diawal pembagian, masyarakat banyak takut tidak kebagian, lalu kita edukasi Kepala Desa, dan masyarakat mulai tertib ditahap kedua, kita jelaskan kalau sudah didata, tidak hangus dan bisa diambil, jdi tetap dilayani dan uangnya bisa diambil,” jelas Sukianto.

Data penerima manfaat disebutkan Sukianto kerap menjadi kendala, baik identitasnya berbeda, kadang double KPM, begitu juga dengan status kependudukannya.

“Kendala dalam pendataan sering terjadi, kendati demikian. Kita catat lalu kita kordinasi dengan Dinsos Kabupaten bulan depan sudah tidak muncul lagi masalah seperti itu, langsung teratasi,” aku Sukianto.

Masyarakat penerima manfaat diuraikan Sukianto juga dapat mengambil BST dengan mengkuasakan kepada pihak lain.

“BST dapat diambil dengan kuasa, baik orang tersebut didalam satu kartu keluarga ataupun bukan keluarga, tentunya dengan kuasa kepala desa,” ucap Sukianto.

Dana BST ini, dijelaskan Sukianto. Apabila masyarakat tidak mengambil BST pada waktu pembagian bisa diambil dilain waktu namun dengan jangka waktu tertentu.

“Setelah jadwal ditetapkan tapi ada masyarakat belum ambil BST. Maka ada kelonggaran waktu dari pemerintah pusat, jika waktu itu terlewati maka berakhir sudah, uang kita kembalikan lagi ke pusat dan tidak ada yang bisa dibayarkan lagi,” jelas Sukianto. (ndra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed