oleh

FERIYATI DAN ACUNG ALIAS MAGUSLIM TERDAKWA PEMERASAN PANIK DALAM PERSIDANGAN

 

15174638_10211425680343574_923881690_n
Teks photo : Kedua terdakwa pemerasan Maguslim dan Feriyati menahan malu duduk di kursi pesakitan

 

Teks photo : Terdakwa kasus pemerasan Feriyati menutupi wajahnya menahan malu

 

16009840_10211990152535026_1923672878_o
Teks photo : Terdakwa Kasus pemerasan Feriyati alias Velly

 

16106338_10211990152255019_541865179_o
Teks Photo : Terdakwa Kasus Pemerasan MAGUSLIM ALIAS ACUNG

 

SUARAGARUDANEWS – Medan, Kasus pelaku pemerasan yang benama Maguslim alias Acung dan Feriyati(32) alias Vellie yang mengaku kebal hukum terhadap Korban Antony(30) tidak kebal hukum lagi karena fakta-fakta semakin jelas terungkap di persidangan, Kondisi tersebut terlihat setelah pemeriksaan saksi-saksi di persidangan di ruang cakra 7 Pengadilan negeri (PN) Medan dengan Hakim Ketua Richard Silalahi SH, Selasa (18/10)

Didalam persidangan itu, Jelas dinyatakan oleh saksi Christina yang dihadirkan oleh JPU mengatakan melihat bahwa Maguslim alias acung yang mengaku-ngaku wartawan salah satu media cetak memang ada mengancam dan memeras serta menolak saudara Antony sampai terjatuh supaya mendapatkan uang.

Bahkan Saksi Polisi Indra pramono yang dihadirkan oleh kedua Terdakwa justru mengaminkan bahwa adanya penyerahan uang yang sudah larut malam kepada terdakwa Feriyati dan acung(Maguslim) sebesar Rp10.000.000 dan sudah menyarankan untuk mengembalikan uang tersebut kepada korban tetapi Kedua terdakwa pemerasan ini tidak mau dan uang tersebut diserahkan oleh korban Antony karena dibawah tekanan dan ancaman terdakwa Acung(maguslim) yang disuruh oleh terdakwa Feriyati(32).

“ Apakah boleh Acung menggunakan menggunakan jabatannya sbg wartawan untuk memeras dan mengancam saya? Setahu saya wartawan tugasnya mulia, memberitakan dan meliput sebuah peristiwa,bukan memeras saya seperti ini… tutur Antony kepada awak media setelah persidangan.

Menurut pantauan Wartawan di pengadilan, berulang kali terdakwa Feriyati dan acung beserta Pengacaranya ditegur Hakim karena tidak bersikap sopan di pengadilan, dan juga selalu memberikan pertanyaan yang tidak relevan yang diarahkan seperti untuk menjebak Saksi, seperti menanyakan Anda beragama budha, kenapa ada foto anda digereja? Bahkan Hakim kembali menegur pengacara terdakwa untuk memberikan pertanyaan yang jelas dan relevan yang sesuai dengan asas peradilan cepat, sederhana, dan biaya murah. Bukan malah mempersulit jalannya persidangan.

“Masa agamaku pun dipermasalahkan! memang apa salahnya kalau saya beragama budha tetapi saya menghadiri undangan gereja? Sama sekali tidak ada kaitannya dengan peristiwa keributan dan pemerasan yang dilakukannya kepada korban Antony(30). Saya hanya hadir karena kewajiban memberikan keterangan saya sebagai saksi sebagai warga negara yang baik ” kata Christina.

Keterangan feriyati kepada awak media sebelumnya, juga terkesan mengada-ngada, dalam Bapnya keterangan terdakwa feriyati dan acung kerap berubah-ubah dan tidak jujur dalam memberikan keterangan bahkan terkesan berbelit-belit dan berbohong untuk mempersulit jalannya persidangan.

Sewaktu persidangan ditutup, Hakim Ketua Richard Silalahi SH, mengingatkan kedua terdakwa untuk tidak berbuat hal-hal yang melanggar hukum karena status masih berada dalam tahanan kota, tetapi yang anehnya sewaktu persidangan selesai Feriyati malah melempar Salah satu wartawan online dengan buku dan kertas karena kesal adanya peliputan oleh Jurnalis dan akhirnya ketika Wartawan mau melaporkan kepada pihak yang berwajib, barulah saudara feriyati yang bersikap arogan selama persidangan terlihat panik dan meminta-minta maaf.

Kedua terdakwa yang sudah sempat mendekam di Balik jeruji besi selama 13 hari karena diduga melakukan pemerasan terhadap korban Antony(30) dan diduga melanggar pasal 368KUHP sub 369 jo55 jo56 dengan ancaman 9 tahun sepertinya tidak jera, terbukti dari sikap Terdakwa Feriyati yang arogan dengan melecehkan profesi Wartawan dengan melempar buku sehingga melukai wartawan. Majelis Hakim menetapkan lanjutan pemeriksaan saksi kembali di hari selasa tanggal (25/10). ( team)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed