oleh

JAKARTA HUJAN TERUS. REKAN INDONESIA: AWAS! DBD JADI PENYERTA COVID-19

SUARAGARUDANEWS.COM, JAKARTA – Pimpinan Wilayah Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia Martha Tiana menyebut kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta terus melonjak hingga 2.402 kasus perhari pada tanggal 6 Januari dan  sedikit turun sebesar 2.398 kasus pada 7 januari 2021.

Pemprov DKI Jakarta sudah menambah 3 rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid salah satunya adalah Rumah Sakit Akrida, Rumah Sakit Antam Medika dan Rumah Sakit Jayakarta dan jika di total sudah ada 101 rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19 dan sedikitnya terdapat 92 laboraturium.

Hal tersebut dikatakan Tian sapaan akrab Ketua REKAN Indonesia DKI Jakarta pada saat melakukan kunjungan ke KPD REKAN Indonesia Lebak Banten, Sabtu, (10/21) kepada awak media ini.

Dikatakan Tian, Pemprov DKI juag telah mengajukan penambahan 2.676 tenaga kesehatan untuk tangani pasien Covid-19 ke Kementerian Kesehatan.

“Kini bukan hanya ruang isolasi dan ruang High Care seperti ICU tapi di UGD pun penuh, Saya mendapati laporan ada warga yang tidak mendapatkan bed/tempat tidur di UGD karena penuh, apalagi saat ini di DKI memasuki musim penghujan dimana efek domino selain banjir adalah DBD dengan gejala trombosit menurun, HB rendah dan imunitas pasti lemah akan sangat membahayakan DBD di masa pandemi ini, jangan sampai DBD jadi komobrid/penyakit penyerta Covid19 yang mematikan,” sebut Tian.

Masyarakat, tambah Tian, masih banyak meremehkan Covid-19, REKAN Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk disiplin 3M dan melakukan upaya preventif Kesehatan karena itu kunci nya, jadi self jumantik dirumah sendiri.

Tian berharap, Pemerintah harus lebih serius lagi dalam menanggulangi Pandemi baik soal pencegahan,penanganan dan dalam kepengurusan dampak ekonomi akibat Pandemi ini.

“Ditengah keterpurukan wabah ini, sektor ekonomi sangat lesu dan lemas, maka peran negara sangat ekstra dan besar kepada masyarakatnya, namun akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan ada mentri yang mengkorupsi bantuan sosial yang membuat kepercayaan masyarakat menurun terhadap pemerintah dan berimbas pada menurun juga kesadaran masyarakat pada penanganan pandemi,” tutup Tian.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed