oleh

Jaksa Carlo Lumban Batu SH dan Christina SH dan Tety Tampubolon SH Lindungi Penuh Terpidana Kasus Pemerasan Feriyati dan Maguslim! Mahasiswa Hukum : Jaksa tidak Eksekusi Putusan Pengadilan!

SUARAGARUDANEWS – Medan, Masih ingat kasus Pemerasan yang dilakukan oleh seorang perempuan yang bernama Feriyati alias Velly warga jalan Bakti Luhur no B.17 Kel Dwikora Kec Medan Helvetia, Kota Medan bersama seorang teman Prianya yang bernama Maguslim alias Acung warga Jl. Perwira 2 gang kenanga, Kec Medan timur yang juga berprofesi sebagai Wartawan di salah satu Media Cetak di Kota Medan.

Kedua Terdakwa kasus pemerasan yang sempat mendekam di Rutan Lapas Tanjung Gusta Medan karena ditahan oleh Kejari  Medan pada tanggal 01 September 2016 – 13 September 2016  dan dialihkan penangguhannya oleh JPU menjadi tahanan kota akhirnya divonis Hakim Pengadilan Negeri Medan Richard Silalahi SH pada tanggal 18 Januari 2017 dengan Pidana Kurungan 2 bulan Penjara karena terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Pemerasan kepada Korbannya Anthony Kristanto.

Kedua pelaku pemerasan ini dituntut sangat ringan oleh Jaksa Penuntut umum Carlo Lumban Batu SH.

Bayangkan, Pelaku Kriminal Tindak pidana pemerasan yang dijerat dengan pasal 368 subsider 369 jo55, jo56, dengan ancaman maksimal 9 Tahun hanya dituntut 2 bulan saja dipotong lagi dengan masa tahanan kota. Sungguh sangat melegakan sekali bagi kedua orang pelaku tindak pidana pemerasan ini.

Alasan Pihak JPU menuntut 2 bulan adalah karena kedua Pelaku pemerasan ini sudah menyalami korban, menyesali perbuatannya dan meminta maaf dihadapan Hakim di Pengadilan Negeri Medan, padahal pada kenyataannya, Anthony kristanto korban pemerasan yang dilakukan oleh Feriyati alias Velly dan Acung alias Maguslim ini belum ada melakukan perdamaian dan seharusnya tertulis untuk melengkapi berkas.

Dan sampai hingga berita ini diturunkan, sampai saat ini, Team Jaksa Penuntut Umum Carlo lumban batu, Tetty Tampubolon dan Christina juga belum juga melakukan eksekusi putusan Hakim Pengadilan Negeri Medan terhadap kedua Terpidana Pelaku pemerasan tersebut. Bahkan Kedua Terpidana tersebut masih bebas berkeliaran dan belum juga di serahkan ke Rumah tahanan untuk menjalani sisa masa tahanannya.

Gubernur Mahasiswa Hukum UISU, Joni(22) mengatakan ” Kedua orang pemeras ini menjadi besar kepala karena diduga dari awal sudah mendapat garansi dari Kejaksaan Negeri Medan hal ini dibuktikan dengan tuntutan 2 bulan kepada para Pelaku tindak Pemerasan ini yang dimana ancaman maksimalnya adalah 9 tahun. Pihak JPU bahkan tidak melaksanakan putusan pengadilan yang sudah ingkrah. Jadi buat apa ada lembaga peradilan kalau seperti ini penegakan hukumnya nanti banyak Pemeras-pemeras lain yang minta perlindungan kepada Kejaksaan Negeri Medan,” Kata Joni mahasiswa semester 8 fakultas hukum UISU ini.

(Team)

Laman terkait :

FERIYATI DAN ACUNG ALIAS MAGUSLIM TERDAKWA PEMERASAN PANIK DALAM PERSIDANGAN )

TERUNGKAP MAGUSLIM DAN FERIYATI TERBUKTI MEMERAS, ANCAMAN 9 TAHUN JAKSA HANYA TUNTUT 2 BULAN!!!!! ADA APA???? MAHASISWA HUKUM : EVALUASI KINERJA KAJARI MEDAN!!!! )

( PEMERASAN OLEH MAGUSLIM DAN FERIYATI TERANG BENDERANG! TERDAKWA(Maguslim alias Acung) : Saya dibayar Rp.100 ribu OLEH FERIYATI!!!)

( PERKARA PEMERASAN YANG DILAKUKAN ACUNG MAGUSLIM DAN FERIYATI MULAI TERBUKTI, 5 saksi beri keterangan berbelit-belit)

Berikut Video Pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum :

Teks photo : Terpidana Feryati alias Velly Kasus Pemerasan Divonis Hukuman 2 Bulan Penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Medan

 

Teks Photo : Terpidana Kasus Pemerasan Maguslim alias Acung Divonis Hakim Pengadilan Negeri Medan Pidana Penjara 2 bulan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed