oleh

KAM ERAT USU Menyoroti Problematika PEMIRA DARING USU

SUARAGARUDANEWS.COM | MEDAN – Pelaksanaan Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) Universitas Sumatera Utara (USU) melalui daring pada Jumat, (06/11) memunculkan problematika baru khususnya kepada Kelompok Aspirasi Mahasiswa Erat (KAM ERAT).

Hal tersebut dikatakan Plt. KAM ERAT USU Berry Sitohang dalam siaran persnya kepada awak media ini, Jumat, (06/11) melalui pesan selular WhatsApp.

Berry Sihotang mengkritik pihak-pihak yang menjadi elemen dalam kontestasi elektoral tahunan di USU khususnya peranan KPU yang sejak awal sangatlah kurang terutama dalam hal pensosialisasian PEMIRA daring.

“Isu tentang PEMIRA daring sudah lama mencuat, tentunya dalam hal ini peranan KPU menjadi dalam dan sering menjadi sorotan banyak pihak, baik terkait perencanaan, pelaksanaan, hingga pemilihan dll, namun sejak awal sangat tampak jelas kerja KPU dalam PEMIRA tahun ini sangat lah sedikit,” sebut Berry Sitohang.

Berry Sihotang juga turut menyoal partisipasi mahasiswa USU yang sangat minim dalam PEMIRA USU, hingga pesta demokrasi tahunan di USU menjadi sepi dan layu.

“Jangankan mahasiswa ikut memilih, tahu siapa kandidat yang terusung dan kapan dilaksanakannya PEMIRA saja bisa dipastikan mahasiswa USU banyak terjadi miskomunikasi. Belum lagi tidak adanya transparansi data DPT yang dimiliki oleh KPU USU menambah deretan masalah dalam PEMIRA ini,’ jelas Berry Sitohang.

PEMIRA USU tahun ini dinilai Berry Sihotang sangat tergesa-gesa, mengingat sudah berbulan-bulan lamanya kabar tentang keberlanjutan PEMIRA USU tidak lagi terdengar.

“Dalam kaca mata berpikir dan melihat pelaksanaan pemilihan ini terkesan kejar tayang. PEMIRA baru diumumkan oleh KPU pada tanggal 08 Oktober 2020, sedangkan kita sama-sama tahu sudah berbulan lamanya kabar tentang PEMIRA senyap tak terendus,” papar Berry Sihotang.

Belum lagi, masih Berry, banyaknya perubahan terkait komposisi calon, perubahan mekanisme pemilihan dan hal-hal lainnya. Kita sorot garis besarnya dari segi mekanisme pemilihan KPU yang kurang dalam memberikan sosialisasinya.

Ditambah dengan fasilitas yang kurang memadai dalam pelaksanaan PEMIRA daring ini. Sosialisasi yang diadakan seadanya terkesan formal dan tidak menyentuh mahasiswa, sehingga memunculkan persepsi bahwasannya KPU telah bekerja secara tersirat, papar Berry Lagi.

Kekurangan-kekurangan KPU dalam pelaksanaan PEMIRA tentunya memiliki implikasi yang besar terhadap kesuksesan PEMIRA USU. Jika demikian, sudah menjadi barang tentu polemik golput tahun ini akan meningkat.

“Sudah menjadi tanggungjawab besar dibawah kepengawasan KPU pelaksanaan PEMIRA ini, Setidaknya dengan kekurangan KPU tersebut dapat disiasati oleh KPU dengan melakukan upaya dan pencegahan yang dapat di prediksi, namun jika tidak mampu KPU memproyeksi kesuksesan jalanya PEMIRA ini maka dikualifikasi KPU tidak kompeten melaksanakan PEMIRA,” aku Berry.

Sekitar pukul 03.40 WIB KPU USU mengeluarkan pengumuman resmi bahwa PEMIRA USU ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan. Barang tentu ini cukup menciderai marwah pesta demokrasi kampus USU.

“Meningkatnya angka golput ditambah lagi terjadinya eror sistem oleh pusat system informasi dan dalam akun resmi KPU USU menyatakan bahwa mereka tetap menghitung waktu yang terbuang sia-sia tersebut karena anggapan mereka masalah ini masuk berita acara, belum lagi PEMIRA yang ditunda tanpa waktu yang tidak jelas dengan begitu maka patut dan wajar apabila mahasiswa USU mempertanyakan kredibilitas KPU terhadap pelaksanaan PEMIRA? Penundaan semacam ini membuktikan dengan jelas bahwasannya KPU belum siap terhadap PEMIRA dari awal,” cetus Berry.

Terakhir, KAM ERAT USU berharap hal-hal berbau elektoral seperti ini harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab dan kepedulian lebih lagi. Mengingat bahwasannya kampus merupakan miniatur kehidupan bernegara, terlebih berdemokrasi. Maka siapapun juga yang terpilih harus tetap mengedepankan kepentingan mahasiswa diatas kepentingan manapun. Merdeka!, tutup Berry Sitohang. (ndra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed