oleh

Kejam! PT. Nikomas Gemilang Diduga PHK Karyawan Ibu Hamil Tanpa Diberi Pesangon

SUARAGARUDANEWS.COM | Kab. Serang Banten – Nasib malang menimpa Yeni Fina Oktaviani, warga Kampung Panenjoan RT/RW 002/001 Desa Panenjoan Kec. Carenang, seorang Karyawati PT. Nikomas yang sudah bekerja sekitar 7 (tujuh) tahun lebih di PHK tanpa Pesangon.

Pina dilakukan Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) ketika dalam keadaan hamil 4 bulan yang di karenakan tidak masuk kerja akibat anaknya yang dirawat di RS. Hermina dan karena terlambat memberikan surat keterangan dokter

” Saya di PHK ketika hamil 4 bulan, saya gak bisa masuk kerja karena anak saya sakit dan dirawat, saya sudah kasi kabar via SMS pada HRD, dan pada tanggal 21/07/2019 seperti dalam paklaring saya dikabarkan sudah di PHK, pihak Personalia mengabarkan pada saya, gak dikasi pesangon secuil pun, saya dikenakan pasal 168 karena dianggap tidak disiplin, sebenarnya saya masih ingin bekerja” terangnya sembari berlinangan air mata di kediamannya (14/09/2019)

“Tiba tiba saya di PHK, tanpa ada surat panggilan, sudah sekitar 7 tahun bekerja di PT. Nikomas, kalau bukan karena anak saya yang sedang sakit keras dan dirawat pasti saya masuk kerja kok pak,,, setiap gajian secara otomatis saya juga dipotong iuran SPN, dan sejak di PHK saya berharap pada SPN agar dapat membantu, dan sampai saat ini saya merasa belum difasilitasi SPN” ujar Pina di depan anaknya yang masih kecil.

Mendengar hal Fina, Khumaini selaku Ketua LBH – Pospera Kab. Serang dan Segenap Jajaran mengecam sikap kurang manusiawi PT. Nikomas

“Kami mengecam sikap dan tindakan PT. Nikomas yang telah memberikan PHK pada ibu Pina, ini tindakan perusahaan saya anggap tidak manusiawi, mendengar keterangan keterangannya, kami anggap ada bentuk sikap sepihak yang terjadi pada ibu Fina dari pihak perusahaan, perusahaan harusnya memahami situasi dan keadaan ibu Fina yang merawat anaknya yang masih berusia 10 tahun karena mengalami sakit keras dan sedang hamil pula, ini sikap yang kejam dan tidak berprikemanusiaan” ungkap Khumaini

Menyambangi PT. Nikomas (selasa, 17/09/2019), awak media belum dapat mewancarai pihak Personalia dikarenakan belum membuat janji ujar security (Fahrur Rozi/Wahyudin)

Kejam! PT. Nikomas Gemilang Diduga PHK Karyawati Hamil Tanpa Pesangon

Kab. Serang Banten
Nasib malang menimpa Yeni Fina Oktaviani, warga Kampung Panenjoan RT/RW 002/001 Desa Panenjoan Kec. Carenang, seorang Karyawati PT. Nikomas yang sudah bekerja sekitar 7 (tujuh) tahun lebih di PHK tanpa Pesangon.

Pina dilakukan Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) ketika dalam keadaan hamil 4 bulan yang di karenakan tidak masuk kerja akibat anaknya yang dirawat di RS. Hermina dan karena terlambat memberikan surat keterangan dokter

” Saya di PHK ketika hamil 4 bulan, saya gak bisa masuk kerja karena anak saya sakit dan dirawat, saya sudah kasi kabar via SMS pada HRD, dan pada tanggal 21/07/2019 seperti dalam paklaring saya dikabarkan sudah di PHK, pihak Personalia mengabarkan pada saya, gak dikasi pesangon secuil pun, saya dikenakan pasal 168 karena dianggap tidak disiplin, sebenarnya saya masih ingin bekerja” terangnya sembari berlinangan air mata di kediamannya (14/09/2019)

“Tiba tiba saya di PHK, tanpa ada surat panggilan, sudah sekitar 7 tahun bekerja di PT. Nikomas, kalau bukan karena anak saya yang sedang sakit keras dan dirawat pasti saya masuk kerja kok pak,,, setiap gajian secara otomatis saya juga dipotong iuran SPN, dan sejak di PHK saya berharap pada SPN agar dapat membantu, dan sampai saat ini saya merasa belum difasilitasi SPN” ujar Pina di depan anaknya yang masih kecil.

Mendengar hal Fina, Khumaini selaku Ketua – Pospera Kab. Serang dan Segenap Jajaran mengecam sikap kurang manusiawi PT. Nikomas

“Kami mengecam sikap dan tindakan PT. Nikomas yang telah memberikan PHK pada ibu Pina, ini tindakan perusahaan saya anggap tidak manusiawi, mendengar keterangan keterangannya, kami anggap ada bentuk sikap sepihak yang terjadi pada ibu Fina dari pihak perusahaan, perusahaan harusnya memahami situasi dan keadaan ibu Fina yang merawat anaknya yang masih berusia 1 (satu) tahun karena mengalami sakit keras dan sedang hamil pula, ini sikap yang kejam dan tidak berprikemanusiaan” ungkap Khumaini

Menyambangi PT. Nikomas (selasa, 17/09/2019), awak media belum dapat mewancarai pihak Personalia dikarenakan belum membuat janji. (Fahrur Rozi/Wahyudin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed