oleh

LBH Medan Sebut Polsek Medan Baru Lambat Tangani Perkara Level Ringan

SUARAGARUDANEWS.COM | MEDAN – Perkara hukum LD (60) warga Jalan Pasundan Gang Jaya Siswa No.7a yang merupakan korban dari tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan oleh L alias Bobo dan terhadap itu telah membuat laporan polisi dengan nomor: STTLP/295/III/2020/SPKT SEK MDN BARU, pada kamis 05 Maret 2020 di Polsek Medan Baru belum ada kejalasan.

Pasalnya, terhadap pengaduan tersebut sudah berjalan 4 bulan namun tidak ada kejelasan apakah sudah lengkap atau dipandang cukup untuk dilakukan pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Medan. Mengingat SP2HP terhadap perkara tersebut tidak diberikan penyidik sekalipun sudah berulang kali diminta, sehingga LD dan keluarga tidak tahu perkembangan penyidikan terhadap kasusnya.

“Kasus kami sudah 4 bulan berjalan bang, saksi-saksi, bukti-bukti surat sudah kita hadirkan, bahkan tersangka pun sudah dilakukan pemeriksaan tambahan, lantas apa yang membuat ini menjadi lama ? padahal sebelumnya penyidik pembantu sudah mengatakan berkas perkara kami sudah cukup untuk dilakukan pelimpahan,” sebut KM anak kandung LD kepada awak media, Senin, (08/06).

Pihak LD juga mengaku kecewa, mengetahui selama 4 bulan ini kasusnya berjalan, penyidik tidak menerbitkan SPDP ke Kejaksaan Negeri Medan, padahal sudah ada tersangka terhadap perkara ini.

“Selama perkara ini, kami kesulitan mendapatkan SP2HP. Sudah berulang kali kami memintanya, dan itupun hanya sekali diberikan pada tanggal 01 Mei 2020, selebihnya ketika diminta, tak kunjung diberikan, padahal kami harus tahu perkembangan kasus kami, apa kendalanya, apa yang mau dilakukan penyidik, begitu juga dengan SPDP, bahkan saya harus berkordinasi dengan pihak Kejaksaan baru tahu ternyata belum diterbitkan penyidik pembantu,” sebut KM kecewa.

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Irvan Saputra, S.H,.M.H menyanyangkan lambatnya proses hukum masyarakat yang ada di Polsek Medan Baru. Pihaknya mendesak agar perkara ini segera diselesaikan.

“Perkara ibu LD ini levelnya ringan, sudah sepatutnya Polsek Medan Baru dapat menyelesaikannya dalam kurun waktu 2 bulan saja, mengingat saksinya ada, bukti-bukti surat tersedia, tersangkanya sudah jelas, tidak ada alasan Polsek Medan Baru membuat kasus ini berlarut-larut,” sebut Irvan menanggapi surat LD yang ditembuskan ke LBH Medan.

Irvan Saputra juga menyanyangkan pihak Polsek Medan Baru yang tidak memberikan SP2HP secara berkala kepada pihak pelapor dalam hal ini LD untuk mengetahui informasi terkait perkembangan kasusnya.

“SP2HP merupakan informasi publik yang merupakan hak pelapor, diatur didalam Pasal 12 huruf c Perkap No. 16/2010, sudah sepatutnya untuk kepentingan informasi sebagai hak konstitusional dari si Pelapor Polsek Medan Baru mengeluarkannya, jika sudah berulangkali diminta tidak dikeluarkan, artinya Polsek Medan Baru menyalahi aturan,” papar Irvan Saputra.

Begitu juga dengan SPDP, lanjut Irvan. Bahwasannya SPDP itu diatur didalam Pasal 109 KUHAP Jo Putusan MK Nomor: 130/PUU-XIII/2012 yang menyatakan SPDP itu diberikan setelah surat perintah penyidikan keluar, selambat lambatnya 7 hari diberikan kepada Penuntut Umum, Terlapor dan Pelapor.

“Jika saat ini SPDP tidak diterbitkan artinya penangan perkaranya sarat akan ketidakjelasan, patut dipertanyakan ada apa ini, ada yang aneh dengan proses perkara dengan korban LD di Polsek Medan Baru,” imbuh Irvan Saputra .

Kemudian, masih Irvan. Berdasarkan pasal yang disangkakan terhadap tersangka yakni Pasal 351 ayat (1) KUHP sudah sepatutnya terhadap tersangka dapat dilakukan penangkapan dan penahanan.

“Berdasarkan dari jenis perbuatan dan pasal yang disangkakan terhadap tersangka, sudah sepatutnya penyidik untuk melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka. LBH Medan mendesak Polsek Medan Baru untuk menyelesaikan segera perkara hukum LD,” tutup Irvan.

Diberitakan sebelumnya LD merupakan korban penganiayaan yang dilakukan oleh Bobo. Akibat penganiayaan tersebut, mata kiri LD mengidap penyakit Floaters ODS dan mengalami kencing berdarah. (tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed