oleh

LSM GERAM MENDAPATI DUGAAN PUNGLI PADA PROGRAM JAMSOSRATU DI KECAMATAN BINUANG

SUARAGARUDANEWS.COM | BANTEN –Program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (JAMSOSRATU) yang merupakan program unggulan ini diatur dalam PERGUB NO. 5 Tahun 2014 guna meningkatkan kesejahteraan dan tarap hidup masyarakat Banten yang masih berada dibawah garis kemiskinan.

Pada Jum’at 02/02/2018 kemarin warga dari tiap tiap Desa se Kecamatan Binuang berkumpul untuk menerima ATM dikantor Aula Kecamatan Binuang.

Dalam Kesempatan itu awak media bersama rekan LSM GERAM temu ramah dengan Camat Binuang, Camat menghimbau warga penerima yang berjumlah kurang lebih 300 orang, untuk tidak memberikan satu send pun kepada petugas ketika telah melakukan pencairan uang tersebut.

“Secara berulang ulang Camat mengingatkan warga penerima program JAMSOSRATU  untuk tidak memberikan satu rupiah pun kepada petugas pendamping” red

LSM Geram Banten menyatakan bahwa akan melakukan investigasi dan pengawalan terhadap warga penerima agar tidak ada tindak pungutan liar dan berkomitmen dengan Camat untuk saling memberikan informasi bila terjadi pungutan oleh petugas pendamping warga penerima program jamsos ratu. “Petugas pendamping bekerja pastinya sudah ada honor dan biaya biaya lain untuk menjalankan tugas, jadi tidak ada alasan memungut warga penerima” Tegas Camat Binuang.

Selepas menunaikan sholat jum’at Warga Penerima Program pun mengambil uang di ATM, namun keesokan harinya (sabtu, 03/02/18) segenap warga penerima bantuan program Jamsosratu memberikan informasi pada awak media dan rekan LSM bahwa telah ada penetapan uang yang harus diberikan kepada petugas pendamping senilai Rp. 150.000,_ per warga penerima.

Dalam wawancara dengan sejumlah warga, Mrn (49), Swn (53), dan 6 warga lain senada, bahwa pendamping desa bernama SARIP telah menetapkan uang senilai Rp. 150.000,-   per warga penerima untuk diberikan kepadanya, sarip juga berucap dengan nada sedikit mengancam pada warga “bahwa tahun depan kalau ibu gak ngasi itu uang tidak akan dapat lagi bantuan tahun depan” ucap warga

Melalui Via Hand Phone, awak media melakukan mewancara dengan SARIP, awalnya Sarip membantah telah menerima uang Rp 150.000,- permasing masing warga penerima program, kemudian sarip berdalil bahwa benar ada biaya matrai yang saya dahului dari uang saya” begitu dalil alasan Sarip.

Sarip yang diketahui mendampingi kurang lebih 100 warga binaannya di Kecamatan Binuang, ketika ditanya tentang rincian uang Rp. 150. 000 untuk biaya apa saja, sampai dengan minggu 04/02/2018 Sarip belum dapat menjawab pertanyaan tersebut.

LSM Geram Banten menyayangkan upaya dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum petugas pendamping tersebut, penetapan uang sebesar itu adalah akal akalan oknum petugas belaka” papar salah satu anggota Geram Banten diKantor awak Media Suaragaruda Minggu 04/02 2018.(Ozi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed