oleh

MENYOAL BST KEMENSOS RI. DPD GMNI SUMUT: SKEMA PERLUASAN BANSOS ITU PENTING!

SUARAGARUDANEWS.COM, MEDAN – Covid-19 memiliki dampak yang langsung merembet kepada prikehidupan masyarakat berbangsa dan negara. Tidak hanya Indonesia, bangsa-bangsa yang terkena wabah Covid-19 ini pun mengalami pelemahan ekonomi.

Negara berkembang seperti Indonesia, tentunya memiliki warga negara yang relatif kemapanan ekonomi yang berbeda-beda. Maka, dengan secara otomatis, dampak Covid akan terasa langsung dikalangan kelas ekonomi bawah.

Di Indonesia, dalam menanggulangi dampak Pandemi Covid-19, negara melalui Kementerian Sosial R.I telah banyak melakukan upaya dan skema berbasis sosial, antar lain membentuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan yang terbaru Bantuan Sosial Tunai (BST).

Ketua DPD GMNI Sumut Paulus Peringatan Gulo menyampaikan apresiasinya atas kerja pemerintah melalui Kemensos R.I dalam penanggulangan dampak covid bagi masyarakat miskin kota di Kota Medan dengan program BST.

Dikatakan Paulus, stimulus fiskal dengan perluasan bansos seperti BST yang dasar pengkategorian penerimanya harus terdaftar melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang bukan penerima PKH dan program sembako sangat pentingS.

“Negara harus hadir, dengan untaian program yang beragam dan tentunya pengkategoriannya harus tepat sasaran dan menyasar secara efektif seperti BST yang sukses tersalur meskipun kuota yang diberikan tidak sepenuhnya didapatkan oleh warga Kota Medan yang terdaftar di DTKS Dinsos Kota Medan,” ucap Paulus.

Kedepan, masih Paulus. Perlu kordinasi yang erat dengan Kementerian/ Lembaga untuk mengelola BST dan skema jaringan pengamanan sosial sangat diperlukan terlebih mendorong agar Pemda aktif memperahurui DTKS secara berkala.

“Sebagai upaya memperluas sistem perlindungan sosial dan menjadikan sistem tersebut lebih responsif terhadap krisis di masa mendatang akan dapat menjadikan komponen penting dalam respon cepat selama masa pemulihan setelah pandemi,” papar Paulus.

Upaya pemerintah ini, sambung Paulus, membuat roda ekonomi dibawah terus berputar. Diharapkan sekali solusi digitilisasi mampu menjawab tantangan dalam segala keterbatasan pendistribusian bantuan sosial agar bisa menjangkau daerah yang terisolasi di seluruh plosok negeri.

Mengingat, BST disalurkan melalui dua mekanisme, yakni melalui PT. Pos Indonesia jika bantuan tersebut tunai dan melalui bank BNI dan BRI yang ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat.

“Kota Medan masyarakatnya sudah harus melek teknologi, jadi siap dengan pembangunan yang berbasis digitalisasi, jadi jika ada bantuan sosial seperti ini, sudah langsung dengan satu mekanisme saja (kalau bisa), jadi pemerintah dengan BUMNnya mensiasati keadaan ini,” tutup Paulus. (les)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed