oleh

Nasehat bagi para Mertua! yang merasa Mertua wajib baca ya!!!

SUARAGARUDANEWS – Jakarta, Renungan untuk yang sudah atau yang bakal akan punya Menantu… Memang, lain suku lain pula tradisinya. Itu betul. Lain budaya lain tata cara. Betul juga. Apalagi berkaitan dengan kebiasaan dan kebudayaan hubungan menantu-mertua. Mungkin juga sangat beragam. Kalaulah tidak punya pengalaman dan kebijaksaan, bisa gawat dan perang dunia ke 3 mungkin tidak bisa terelakkan.

Bagi yang sudah punya menantu, tentu akan bilang : “Ah biasa saja’. Tp bagi yg kurang pengalaman, tentu berbeda. Biasa, mertua biasanya punya selera, tapi menantu juga punya guru.

Nasehat yang dilansir dari Laman Facebook seorang Netizen dengan Akun LINA LIM ini sungguh unik, tapi bolehlah senang. Nyeleneh tapi bolehlah setuju. Daripada nanti punya menantu nantinya mau sok ngatur, luangkan waktu Anda, baca tips yang tidak ada duanya, yang mungkin justru mencerahkan pikiran-pikiran kita dan merilekskan mesyaraf-syaraf Anda yg kaku gegara ‘ulah’ menantu.

Buat emak-emak & engkong-engkong yang sudah berstatus MERTUA.
HARUS , di baca ya baik yg sdh punya mantu maupun belum.

Berikut nasehatnya :

1. Jangan bertahan pendapat bahwa kita harus tinggal bersama anak (laki) dan menantu.
Usirlah mereka (memang begitu bahasanya-趕出去), walaupun mereka hanya bisa mengontrak. itu adalah urusan mereka.
Suatu keindahan akan tercipta karena jarak yang jauh, akan menjamin hubungan yang lebih baik antara menantu dan mertua.

2. Jangan menganggap menantu perempuan anda sebagai ANAK, anggaplah dia sebagai istri dari anak anda. Dan hanya sebagai teman anda.
Anda boleh menganggap anak laki anda belum dewasa, tapi hormatilah menantu anda seperti dia se level (同輩) dengan anda.
Jika kamu memarahi dia satu patah kata, akan diingat oleh dia seumur hidup. Didunia ini, hanya mama dia sendiri yg boleh mengurusnya, anda tidak boleh.

3. Kalau menantu anda suka beli beli barang, suka lihat film seri korea, suka main hp, tidak mau cuci baju dan masak, juga tidak bisa menjaga kebersihan, dan tidak mau menata rumah. dan tidak mau menjaga anak.
Itu semua bukan urusan anda . Itu adalah urusan antara anak anda dan menantu anda.
Ingat!!! masalah dan urusan anak anda bukanlah urusan anda. Anak anda sudah dewasa mampu mengatur rumah tangganya sendiri.

4. Kalaupun harus tinggal bersama, haruslah bisa saling menghormati.
Jangan menyentuh barang-barang mereka. Jangan masuk kamar mereka tanpa ijin. Jangan mencuci pakaian mereka. Jangan membantu dan mendidik cucu. Anda harus mempunyai cukup waktu dan tenaga untuk memikirkan hal positif lain. Urusan mereka biarkanlah mereka mengatasinya, tak perlu anda terlalu merisaukan.

5. Jika mereka bertengkar, anggaplah tidak mendengar.
Jika anda bertengkar dengan pasangan anda, apakah anda suka mertua anda ikut campur? Maka… kalau anda ikut campur, itu aneh.
Kalau anak anda mengomel tentang istrinya, beritahukanlah tentang kebaikan istrinya dan kemudian lupakan.
Kalau menantu anda mengomel tentang suaminya, maka marahilah anak anda supaya bisa memperbaiki diri.

6. Cucu anda adalah : buah hati dr anak anda dan menantu anda. Bukan anda dan pasangan anda.
Pendidikan yang melampaui generasi….
(maksudnya, kakek dan nenek mendidik cucu) tidaklah terlalu bagus. Biarkanlah mereka mendidik anaknya sendiri.

Jangan sekali-kali merampas hak mereka untuk mendidik anaknya apalagi mencampurinya. Bagaimanapun cara mereka mendidik…dan tidak cocok dengan anda, toh yg menanggung akibatnya adalah mereka sendiri. Anda hanya boleh sebatas memberi saran dan masukan kepada anak anda sebagai orangtua cucu anda.

7. Menantu tidak harus berbakti pada ANDA. (maksudnya anda tak perlu MENUNTUT ).
Yang harus berbakti pada anda adalah anak anda. Didiklah anak anda menjadi seorang yang bertanggung jawab, dan mampu membuat hubungan antara anda dan menantu anda menjadi harmonis.
PESAN saya, jika menantu anda berbuat BAIK terhadap anda, sering-seringlah DISEBUT dan jika anda berbuat baik terhadap menantu anda, segera LUPAkan.

8. Jika anak dan menantu anda mengurus perceraian di pengadilan. Janganlah datang.
Ini membuat anak anda seperti ‘anak mama’.
dan andapun tidak bisa berbuat apa-apa. Anda tidak bisa masuk kedalam ruang peleraian, anda hanya bisa menunggu diluar dengan gelisah.

9. Rencanakanlah kehidupan pensiun anda. Jangan membuat semuanya terlalu dititik beratkan pada anak anda.
Perjalanan hidup sudah tinggal separoh, masih banyak hal baru yg menarik yg bisa dipelajari dan dikerjakan.
Adalah tugas anda untuk mengisi hari tua anda agar lebih berarti. Silahkan pakai harta anda dengan bijaksana sebelum anda meninggal. Jangan biarkan harta anda cuma menjadi warisan untuk anak dan anda tidak bisa menikmatinya.

10. Cucu anda bukanlah milik anda.
Cucu anda adalah buah hati dari anak dan menantu anda.
Jangan sekali-kali merasa anda berhak untuk melakukan segalanya kepada cucu anda, anda harus minta ijin terlebih dahulu kepada anak atau menantu anda.

Tolonglah ingat baik baik teman… kita yg sdh punya menantu perempuan maupun menantu laki laki. kita jangan melakukan yg bukan haknya kita.

(share kalau anda merasa artikel ini bermanfaat bagi yang lainnya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed