oleh

Proyek Rehabilitasi D.I Ciujung Tahap II Bernilai 36,6 Milyard Di Duga Dibiarkan Tak Sesuai Spek

SUARAGARUDANEWS.COM | Kab. Serang Banten – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jendral Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian memberikan amanah pekerjaan pada PT. Area Bangun Putra Sejati dengan nilai kontrak Rp. 36.685.776.738,_ (Tiga Puluh Enam Milyard….) Diduga dibiarkan tak sesuai spek (di titik area sekitaran Desa Jongging Kec. Tirtayasa)

Pekerjaan bernomor kontrak HK.02.03/PPK-IR.RW-II/BBWSC3/01/2019 bersumber biaya dari SBSN APBN dengan nama pekerjaan Rehabilitasi Jaringan D.I Ciujung Tahap II yang diawasi oleh Konsultan Supervisi dari PT. Trideconst sedang mendapat sorotan dari sejumlah aktivis lembaga swadaya masarakat pemerhati pembangunan.

Dalam pelaksanaannya hingga akhir pekan ini (Jum’at,. 09/08/2019) masih berjalan, batu belah dan pasir dibayar Perusahaan Pelaksana dengan harga di bawah satuan standar harga dan hal ini dikeluhkan para suplayer (Sukebi Cs), serta pada pelaksanaan pekerjaan pemasangan batu nya juga di borongkan atau dengan istilah lain “di sub sub kontrakkan”.

Daing selaku Pelaksana mengiyakan serta mengutarakan rincian harga batu belah dan pasir ” harga batu per kubik Rp. 150.000/Kubik, harga pasir Rp. 160.000,_ dan borongan harga pasangan batu Rp. 130.000,/Kubik” terangnya

Akibat pekerjaan yang diborongkan para pekerja bekerja lemah pengawasan, adukan pasir semen banyak dilakukan secara manual dengan perbandingan campuran yang diduga asal asalan, Samsul selaku Konsultan Pengawas mengharapkan kerja sama yang baik dengan aktivis pemerhati pembangunan “saya harap kerja sama nya yang baik dalam mengawasi pekerjaan ini sesuai TUPOKSI, di titik pekerjaan ini konsultannya cuma saya sendiri, ukuran ketebalan 30 cm, tinggi 1,27 meter dan panjang sekitar 2 kilo meter, kemiringan dengan Log akar 2, bantu saya dalam pengawasan” terangnya

Menginformasikan melalui Via What’s App, Deni Af dari LSM Geram Banten Indonesia menemukan pasangan batu yang hanya diletakkan langsung di atas permukaan tanah tanpa didahului adukan semen pasir, menurutnya ini adalah temuan pekerjaan yang diduga tak sesuai spek.

“Menurut saya ini sebuah temuan karena diduga tak sesuai spek, di saat itupun saya konfirmasi langsung Pak Sujana pekerja dan pak Tri sebagai mandor, dan ada Pak Daing selaku pelaksana juga ada Pak Samsul selaku Konsultan Pengawas, Di duga oleh saya ini ada pembiaran” terangnya (Fahrur Rozi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed