oleh

Pulau Cangkir Kembali Dibuka, Camat Kronjo dan Gugus Tugas Covid-19 Disinyalir Pinplan

Pulau Cangkir Kembali Dibuka, Camat Kronjo dan Gugus Tugas Covid-19 Disinyalir Pinplan

SUARAGARUDANEWS.COM | Kab.Tangerang – Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kabupaten Tangerang (PSBB) yang bertujuan untuk mencegah penyebaran mewabahnya virus Covid 19, pemberlakuan PSBB di Kabupaten Tangerang dijadwalkan hingga 31/05/2020

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah telah berupaya dan mengeluarkan anggaran sedemikian besar untuk masyarakat terdampak dalam berbagai program sosial dengan maksud agar PSBB dapat dipatuhi bersama.

Kembali dibukanya lokasi wisata Pulau Cangkir timbulkan kesan penegakan pemberlakuan sosial berskala besar oleh Gugus Tugas Kecamatan Kronjo disinyalir Pinplan.

Sebagaimana dilansir dari pemberitaan suara45.com sebelumnya bahwa ada upaya saling lempar tanggung jawab antara Pemerintahan Desa dan Pemerintahan Kecamatan Kronjo pun terjadi dalam penegakan aturan PSBB.

Kades Kronjo berharap ketegasan sikap dari Gugus Tugas Kecamatan Kronjo untuk menutup total akses masuk kelokasi wisata Pulau Cangkir.

Dalam pantauan awak media dilokasi, para pengunjung tampak tetap berkumpul kumpul (non physical distanching), hanya satu hari pertanggal 26/05/2020 kawasan wisata Pulau Cangkir ditutup, patut diduga telah ada upaya kedip mata membangun komitmen antara Kades dan Camat Kronjo, sehingga lokasi wisata Pulau Cangkir dapat dibuka kembali, namun sayang nya dalam pantauan belum mematuhi protokol kesehatan, baik belum adanya check poin dan physical distanching, serta masih banyak pengunjung yang tidak menggunakan masker dilokasi wisata.

Pengunjung lokasi wisata pulau cangkir

 

Protokol Kesehatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang di duga tidak maksimal dilakukan oleh H.Tibi selaku Camat Kronjo bersama Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Kronjo, sikap Camat disinyalir pinplan

Tercatat pada selasa, 26/05/2020 sejumlah pedagang dikawasan wisata Pulau Cangkir melakukan aksi demo di kantor Kecamatan Kronjo setelah adanya pemasangan baliho pengumuman penutupan kawasan wisata PC oleh pihak Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Kronjo.

Setelah satu hari ditutup pada Rabu, 27/05/2020, hingga sore hari tadi belum ada keterangan PERS dari Camat Kronjo yang menjelaskan bahwa Kawasan Wisata Pulau Cangkir Resmi dibuka kembali.

Menanggapi hal ini, Cecep Rohana selaku Ketua DPW Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Banten mengatakan “Dibukanya kembali wisata pantai Pulau Cangkir saya kira tidak masalah, asalkan diterapkan protokol kesehatannya oleh pengelola bersama Gugus Tugas Covid-19, nah kami perhatikan! belum ada check poin dan physical distanching dan banyak pengunjung yang tidak pakai masker, serta adanya pungutan biaya masuk dan parkir yang kami duga itu pungli, biasanya ada karcis resmi sehingga dapat menjadi PAD, 2 hari ini apakah sudah resmi dibuka atau terselubung?”. Saat dihubungi media via whatsapp. Kamis, (04/06)

Masih Cecep Rohan, hingga saat ini Camat belum memberikan keterangan PERS nya secara Resmi, baliho himbauan lokasi ditutup sudah dicopot, kenapa gak pake karcis resmi? baik karcis untuk biaya masuk maupun karcis parkir? saya sinyalir sikap Camat Kronjo ini Pinplan, sementara Kades Kronjo saja berharap pada Gugus Tugas Kecamatan untuk ditutup total akses masuk kelokasi wisata pulau cangkir, ada apa dengan Camat Kronjo?”, ucapnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed