oleh

Rayakan Dies Natalis GMNI ke 64. GMNI Malang Adakan Diskusi. “GMNI Membutuhkan Kader yang GILA !!”

SUARAGARUDANEWS.COM | Malang – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Univ. Kanjuruhan, GMNI Komisariat IKIP Budi Utomo dan Komisariat Univ. Wisnuwardhana Malang melaksanakan peringatan Dies Natalis GMNI yang ke 64.

HUT GMNI yang jatuh tepat pada Jumat, 23 Maret 2018 ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Maret 2018 di rumah Drs Jati Kusumo yang merupakan orang yang paling dituakan (sesepuh) di GMNI Malang.

Bung Minggus sebagai  ketua panitia pelaksana kegiatan ini menyampaikan bahwa dalam menyambut era milenial GMNI seharusnya mulai berbenah diri terutama bagi komisariat-komisariat yang ada di Malang.

Tantangan zaman memaksa GMNI mengubah cara berjuang, mengubah taktik dan strategi dalam menegakan Marhaenisme.

“Zaman telah berubah tetapi asas perjuangan harus disesuaikan dengan kondisi objektif zaman sementara asas Marhaenisme tidak berubah dan tetap menjadi iman politik setiap kader dan anggota. Hendaknya setiap kader dan anggota mengambil bagian dalam proses perjuangan untuk massa rakyat Marhaen,” sebut Bung Miggus.

Drs Jati Kusumo sebagai salah satu alumni dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa GMNI harus berani menjadikan organisasi ini sebagai alat perjuangan rakyat, sebagai penyambung lidah rakyat Marhaen.

“Republik ini membutuhkan kader-kader GMNI yang gila untuk berdiri di samping rakyat, berjuang bersama rakyat dan makan bersama rakyat. Sebab birokrasi korup dan perampok saat ini sama sekali tidak bisa di harapkan,” paparnya.

Sementara dalam sambutan ketua GMNI komisariat Univ. Kanjuruhan Andre menegaskan bahwa ketiga komisariat yakni Komisariat GMNI Univ. Kanjuruhan, Komisariat IKIP Budi Utomo dan Komisariat Univ. Wisnuwardhana mengadakan peringatan HUT GMNI ini sebagai respon atas kekosongan kegiatan oleh DPC GMNI Malang.

“Kegiatan ini juga untuk menyatukan pandangan dan gerakan untuk membangun GMNI Malang mulai dari Komisariat, sebab DPC GMNI Malang mengalami kemunduran dan berada pada titik yang kritis,” tutur Andre.

Gagalnya, masih Andre,  DPC GMNI Malang dalam menyatukan gerakan dan menjadikan GMNI sebagai alat perjuangan rakyat memaksa Komisariat-komisariat mulai menyatukan pandangannya untuk bangkit dan bergerak.

Terakhir, acara di isi dengan diskusi oleh Drs. Jati Kusumo dan di pandu oleh Bung Seno Kesen. Diskusi ini mengambil tema “Memperkokoh Semangat ber-GMNI dalam menegakan Marhaenisme di tengah tantangan Zaman”.

Kemudian acara dirangkai dengan pembacaan puisi, nyanyi-nyanyian dan teatrikal yang di bawakan oleh kader-kader dari Komisariat IKIP Budi Utomo, Komisariat Univ. Wisnuwardana dan Komisariat Univ. Kanjuruhan.

Turur hadir tamu undangan, seluruh Komisariat Merdeka, Komisariat FISIP & Pertanian Univ. Tribuwhana Tunggadewi, Kom. Institut Pertanian Malang. (ndra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed