oleh

Sengketa Lahan RSU Tarutung, Antara Pemkab Taput Dan Gereja HKBP Buntu. Daniel : Hal Ini Berdampak Terhadap Masa Depan Kesehatan Taput.

SUARAGARUDANEWS.COM | MEDAN – Perseteruan antara Pemkab Taput dengan Gereja HKBP terkait kepemilikan lahan di RSU Tarutung Tapanuli Utara masih belum menemui titik akhir penyelesaian diantara kedua belah pihak.

Diketahui, RSU Tarutung Tapanuli Utara sudah berdiri sejak 1918. Dimana dahulunya lahan yang digunakan RSU Tarutung itu milik warga. Dan telah diserahkan ke Zending. Dan pada saat pra kemerdekaan lahan tersebut telah diambil pemerintah untuk dinasionalisasikan jadi aset pemerintah.

Dan belakangan ini, telah ramai diperbincangkan, bahwa lahan RSU Tarutung tersebut diklaim milik gereja HKBP. Berangkat dari itu, perseteruan diantara Pemkab Taput dengan gereja HKBP mulai menghangat.

Menelisik persoalan tersebut, Daniel Pasaribu tokoh muda sekaligus mantan aktivis GMNI Tapanuli Utara ini mengemukakan pendapat. Bahwa awal dari berdirinya RSU Tarutung pada Tahun 1918 yang di motori para Zending Jerman (RMG) yang lahan tersebut didapatkan dari hibah masyarakat Negeri Siwaluompu (Simamora dan Hutagalung).

“Ingat yah, tanah tersebut bukan dijual, tapi dihibahkan. Kalaupun ada terdengar pemberian uang, itu hanya untuk merelokasi warga yang tinggal di lahan tersebut ke tempat yang baru dan juga uang itu dipakai untuk membantu pembangunan rumah sakit tersebut, kalau tidak salah sebesar 30 gulden,” Sebut Daniel Pasaribu.

Dan dulunya, sambung Daniel. Lahan tersebut itu berupa klinik kesehatan masyarakat. Baru pada tahun 1952, klinik tersebut dilakukan pembangunan dan pengembangan hingga menjadi RSU Tarutung sampai sekarang.

Daniel Pasaribu berharap, agar persoalan sengketa lahan tersebut diantara keduanya tidak berkepanjangan. Dan para pihak lebih bisa menahan diri dan mencari solusi terbaik, agar tidak menjadi konflik yang berlarut-larut.

“Terkait sengketa lahan tersebut, saya pada prinsipnya, meminta agar kedua belah pihak bisa duduk bersama dan mencari solusi terbaik. Jangan sampai pelayanan kesehatan kepada masyarakat Tapanuli Utara menjadi mandek dan rencana pembangunan terhadap Rumah Sakit tersebut agar dapat segera terealisasikan,” Ucap Daniel.

Kepada awak media, Daniel juga menjelaskan. Bahwa beberapa kali kucuran dana dari pemerintah pusat ke RSU Tarutung harus kembali lagi ke Pusat, karena belum ada kejelasan terkait kepemilikan lahan RSU Tarutung tersebut.

“Itu bisa kita tanyakan langsung ke Pihak Pemkab dan RSU Tarutung. Beberapa kali sejumlah dana dari pemerintah pusat harus dikembalikan lagi ke pusat dikarenakan ketidakjelasan siapa sebenarnya pemilik RSU Tarutung tersebut. Ya yang pasti puluhan miliar pastinya,” Aku Daniel

Hal ini kan menjadi bom waktu, masih Daniel. Bagi pelayanan kesehatan di Tapanuli Utara. Karena RSU Tarutung adalah rumah sakit rujukan, tapi tidak memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap.

“Coba kita bayangkan RSU Tarutung itu adalah Rumah Sakit rujukan, tapi malah merujuk kembali di karenakan fasilitas yang kurang cukup mumpuni, Sudah cukup banyak pasien dari Rumah Sakit itu yang dirujuk,” Ungkap Daniel.

Daniel Pasaribu juga berharap BPN Tapanuli Utara bisa dengan cepat dan tepat untuk memutuskan kepemilikan RSU Tarutung tersebut, tentunya berdasarkan bukti dan fakta yang sudah dikumpulkan dengan baik.

“BPN Tapanuli Utara harus cepat, ini bicara pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang dimana berharap agar RSU Tarutung dapat berkembang dengan pesat juga,” Ujar Daniel Pasaribu.

Daniel mengapresiasi keseriusan Pemkab Taput dalam membangun RSU Tarutung demi meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan akses kesehatan yang baik kepada masyarakat Tapanuli Utara.

“Ya saya lihat Pemkab Taput juga sangat serius untuk membangun RSU Tarutung ini, demi pelayanan kesehatan masyarakat terkhusus masyarakat Taput. Yah bisa dicek sendiri dilapangan,” Imbuh Daniel Pasaribu.

Terakhir, Daniel meminta pihak BPN Tapanuli Utara untuk bisa segera merealisasikan kepemilikan RSU Tarutung tersebut agar tidak ada lagi konflik yang berkepanjangan. (Mar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed