oleh

TERDAKWA MAGUSLIM ALIAS ACUNG DAN FERIYATI BAKAL MASUK BUI

Kedua terdakwa Acung alias Maguslim dan Feriyati alias Vellie duduk di kursi pesakitan
SUARAGARUDA – Kasus pemerasan yang dilakukan oleh seorang oknum wartawan media cetak yang bernama Maguslim alias Acung warga jalan Perwira II gang kenanga dan Feriyati alias Velly warga jalan Gaharu tampaknya mulai terkuak.


Persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim Richard Sh dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jpu Christina, mengungkapkan bahwa adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Maguslim alias Acung dan Feriyati alias Vellie kepada korban Antony(30) disertai kekerasan.

Dalam persidangan sebelumnya , saksi korban mengaku dia diperas oleh oknum wartawan tersebut yang terjadi dihalaman Mapolsek Medan Timur dibawah ancaman akan dimatikan(dibunuh) bahkan oknum wartawan ini mengancam akan memberitakan Antony dikorannya sebagai pelaku kejahatan yang sebenarnya tidak ada sama sekali. sebab itu pula, dengan perasaan yang amat takut, Antony dengan terpaksa mengambil uangnya di Atm. 

Terdakwa Maguslim

Selanjutnya antony menyerahkan uang tersebut kepada Maguslim dan menurut saksi christina, rentetan peristiwa ini disaksikannya langsung. Bahkan saksi juga mengaku, bahwa dia turut diancam oleh feriyati sewaktu christina ditinggalkan saksi korban Antony untuk mengambil uang di Atm. “Kau jangan sempat jadi saksi ya!!!! Kuhajar kau nanti!!!!!” ujar saksi dalam persidangan menirukan ucapan terdakwa feriyati. Yang belakangan diketahui ucapan itu pemerasan yang dilakukan terdakwa Acung merupakan suruhan Feriyati.

Sementara itu saksi dari kepolisian yang diajukan Penasehat hukum kedua terdakwa, Indra pramono dari sat reskrim Polsek Medan Timur, mengaku ada mengetahui penyerahan uang. “Saya tidak melihat adanya penyerahan uang, tapi saya mendengar ada penyerahan uang dari antony kepada acong setelah mendapat keterangan dari acong sendiri bahkan saya sudah menyarankan untuk uang pemerasan itu untuk dikembalikan tapi acung dan feriyati tidak bersedia” ujar petugas kepolisian ini.

Dalam kesaksiannya Christina juga mengaku mendengar bahwa terdakwa Feriyati yang menyuruh Maguslim alias acung untuk meminta uang sebesar 25 juta kepada korban.
Saksi Christina juga mengungkapkan ada melihat kejadian pemerasan tersebut dan penyerahan uang tersebut kepada Maguslim sekitar pada jam 01.00wib dini hari karena korban sudah ketakutan diancam oleh Terdakwa Maguslim.


Dalam persidangan yang juga dipantau oleh Team dari Komisi Yudisial RI, Wartawan serta sejumlah masyarakat dan Mahasiswa yang bersimpati terhadap kasus pemerasan yang dilakukan Oknum wartawan Maguslim dan Temannya Feriyati kepada saksi korban Antony mulai terungkap bahwa kedua terdakwa benar melakukan kejahatan itu.

Setelah mendengarkan keterangan para saksi, dua terdakwa (Maguslim/Feriyati) yang awalnya datang dengan gagah sambil tertawa cengegesan dalam persidangan itu, tiba-tiba terlihat mulai ketar-ketir bahkan terdakwa Feriyati sempat menangis karena diduga tidak kuasa membayangkan bahwa dirinya akan semakin mendekati sel penjara.

Terdakwa kasus pemerasan Feriyati tertunduk menahan malu duduk di kursi pesakitan


Ketakutan Feriyati mulai terlihat saat usai sidang, dimana saat itu terdakwa Feriyati sempat melemparkan sebuah buku yang persis mengenai tangan seorang wartawan yang sedang bertugas meliput persidangan itu sehingga kawasan PN medan sempat hingar bingar karena tindakan anarkis tersebut. Bahkan karena tidak terima diperlakukan demikian , Wartawan tersebut hendak melaporkan Feriyati hari itu juga ke kantor polisi, untung saja Keluarga feriyati langsung menemui Wartawan dan bersujud-sujud meminta maaf.

Kedua terdakwa yang sudah pernah ditahan di rutan selama 13 hari sepertinya tidak jera, dalam status tahanan kota masih saja bersikap arogan dengan melempari Wartawan dengan buku, Kedua terdakwa diancam pidana pasal 368 KUHP sub 369 jo 55 jo 56 dengan ancaman penjara 9 tahun. Majelis Hakim menetapkan lanjutan pemeriksaan saksi kembali di hari selasa tanggal (25/10)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed