oleh

TIDAK ADA ANGGOTA DEWAN DI TEMPAT. GMNI MEDAN SEBUT DPRD SUMUT SEPELE DENGAN HTN!

SUARAGARUDANEWS.COM | MEDAN – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Medan melalui Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda Ridwan Saragih melakukan demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional (HTN) yang jatuh pada tanggal 24 September 2020 di depan Gedung DPRD Sumut, Kamis, (24/20).

Dalam demonstrasi tersebut DPC GMNI Kota Medan membawa tuntutan terkait isu-isu ke- Petanian yang akhir-akhir ini santer di media sosial seperti Petani Desa Simalingkar dan Sei Mencirim berjalan kaki dari Kota Medan ke Jakarta dengan jarak 1800 KM untuk mencari keadilan.

Dikatakan Ridwan Saragih, bahwasannya masalah agraria di Sumatera Utara merupakan masalah serius yang penyelesaiannya tidak kunjung selesai.

“Sumatera Utara salah satu Provinsi DARURAT KONFLIK AGRARIA, dan penyebabnya antara lain adalah keberpihakan negara kepada pemilik modal begitu dominan ditandai dengan dikeluarkannya hak guna usaha kepada perusahaan tanpa melihat bukti kepemilikan petani terhadap lahan-lahan milik petani,” sebut Ridwan Saragih.

Hari Tani Nasional dikatakan Ridwan Saragih merupakan hari yang amat penting bagi Petani, dan merupakan hari satu-satunya sosok Petani itu dikenang, diingat, diperingati, dan diistimewakan, namun dalam perayaan tahun tani ini, sangat mengecewakan.

“Hari Tani Nasional merupakan hari sakral yang monumental dan perayaannya harus disambut oleh semua pihak, mengingat Indonesia dikenal sebagai Negara agraris dan Petani juga adalah sumber kekuatan dan pertahanan pangan di Indonesia, ruang lingkupnya tidak hanya dibatasi oleh perihal makanan, namun disana juga ada persoalan etnis, budaya, sosial dan politik haruslah mendapat perhatian yang sangat besar,” Papar Kader GMNI UISU ini.

Tapi, sambung Ridwan Saragih, pada Kamis 24 September 2020, satu harian Demonstrasi dilakukan oleh beberapa kelompok atau organisasi yang berbeda di Gedung DPRD Sumut, namun tidak ada satupun Anggota DPRD Sumut yang ada ditempat.

“Padahal Demonstrasi di Hari Tani Nasional bukan hanya demonstrasi seremonial yang dilakukan hanya sebagai formalitas belaka, dan bisa dianggap enteng perayaannya. Namun ada persoalan penting dan mendesak disetiap perayaan hari Tani mengingat konflik agraria baik Negara dengan Petani, Petani dengan Pengusaha, bahkan Petani dengan Petani terus terjadi,” Ucap Ridwan Saragih.

Namun, Lanjut Ridwan Saragih, sikap Politik para oknum anggota DPRD Sumut yang tidak ada ditempat pada Hari Tani Nasional menunjukan kesan abai, acuh dan sepele dengan Hari Tani Nasional tidaklah baik dan dewasa.

Lembaga DPR/DPRD merupakan representasi dari negara untuk membawa dan menyelesaikan persoalan kerakyatan ke Pemerintah karena itu sudah sepatutnya di hari Tani yang berbahagia ini, wajar apabila lembaga tempat rakyat mengadu tidak open dengan hari besar rakyatnya dan persoalannya, maka sikap itu dapat menimbulkan persepsi buruk kepada masyarakat.

“Tidak hanya Darurat Konflik Agraria yang ada di Sumatera Utara, tapi Darurat Moral para oknum anggota DPRD Sumut patut disematkan saat ini, melihat fakta dan intrik para anggota dewan yang seharusnya menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat, tapi tidak ada satu orang pun yang ada ditempat, dan itu adalah sikap politik yang keliru dan tidak baik dipertontonkan masyarakat pada Hari Tani Nasional tahun ini,” Tutup Ridwan Saragih. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed